Jumat, 12 Desember 2014

Exposure Controls



          Apa sih exposure itu admin? Exposure adalah kemampuan sebuah kamera dalam menangkap dan mengatur intensitas cahaya yang masuk ke medium film. Biasanya untuk membantu fotografer mendapatkan exposure yang tepat digunakan lightmeter (dapat berupa jarum/lampu indikator). Selanjutnya kamera akan melihat scene/frame dan mengatur exposureuntuk setiap scene/frame yang digunakan. Exposure juga dipengaruhi oleh apertureshutter speeds dan ASA. Ketiga komponen ini nantinya akan membentuk yang disebut dengan exposure. Pada kamera analog, terdapat dua mode eksposure. Ada kamera analog yang menggunakan mode exposure manual dan exposure otomatis (AE=automatic exposure, AE program, aperture priority dan shutter speeds priority).  Coba lihat mode exposure apa yang kamera sobat pakai.
           Jadi sobat, exposure itu adalah gabungan dari apertureshutter speeds dan ASA yang sobat gunakan dalam satu scene/frame. Beda lagi kalau double/multi-exposure, satu scene/frame lebih dari satu exposure. Nanti kita juga akan membahasnya. Pada dasarnya ada dua kontrol utama untuk fotografi exposure. Pertama "f/stop" atau aperture/bukaan diafragma. Apakah itu? Yakni bilah-bilah logam yang mengatur intensitas cahaya melalui lensa. Kalau sobat mengubah aperture, maka berubah pula intensitas cahaya yang jatuh pada film. Kontrol lainnya adalah shutter speeds yang bertugas mengatur durasi exposure.
              Satuan f/stop/aperture/bukaan diafragma adalah diameter bukaan bilah-bilah logam. Biasanya ditulis dengan f/X atau 1/X, dimana X adalah angka aperture-nya. Nantinya aperture ini akan berakibat pada terang-gelapnya intensitas cahaya pada film setiap "1 stop" perubahan padaaperture. Misalnya sobat pakai aperture f/5.6, hasilnya akan dua kali intensitas f/8 dan setengah intensitas f/4 dan lain-lain. Makin besar angka aperture yang sobat gunakan, maka hasil gambarnya akan semakin gelap. Begitu juga dengan perhitungan shutter speeds dalam sepersekian detik.

Kamis, 11 Desember 2014

Komposisi Fotografi

Unsur-unsur yang terdapat dalam komposisi yaitu:
      - Angle (sudut pengambilan)
    Terdiri dari beberapa macam yaitu sudut pengambilan dari bawah (frog eyes fiew /low angle), sudut pengambilan dari atas (bird eyes view / high angle) dan sudut pengambilan datar (norma view)
      - Format yaitu bentuk foto bagaimana menciptakan foto menjadi menarik dan mempunyai suasana (jiwa) dalam foto. Format sendiri terdiri dari:
      1. Format horizontal, format ini sering dipakai saat pemotretan dengan kamera SLR 135mm. Karena rancang bangun kameranya yang juga horizontal. Kesan dari foto ini cenderung tenang (kalem), luas dan statis.
      2. Format vertical, format ini dikenal dengan format tegak (berdiri) dan kesannya terasa sempit.
      3. Format diagonal, format ini disebut juga format miring untuk memberikan kesan perspektif dan lebih panjang.
      - Bingkai yaitu ruang di mana seorang fotografer akan menemukan inspirasinya. Biasanya bingkai selalu dipakai untuk wadah di mana seorang fotografer akan mengkomposisikan unsure-unsur fotografi lainnya.
      - Titik; seorang fotografer kerap membuat perbandingan antara titik dan bingkainya. Titik-titik ini akan tampil untuk menciptakan center of interset (pusat perhatian).
      - Garis; sekumpulan dari beberapa titik, hubungan terpendek dari dua buah titik disebut sebagai garis lurus. Selain garis lurus, tentu ada garis lengkung dan garis patah-patah. Baik garis lengkung maupun patah-patah terbentuk dari beberapa kumpulan titik.
      - Aksen (Warna); aksen yang dimaksud di sini adalah yang menjadi unsur yang menonjol dalam sebuah foto yaitu warna. Warna-warna dalam fotografi mempunyai pengaruh yang menentukan dalam pembentukan center of interest (pusat perhatian).

Alat yg mendukung dalam fotografi

    Dalam dunia fotografi banyak fasilitas tambahan untuk mendukung dan memudahkan pemotretan agar dapat menghasilkan foto-foto yang baik dan berkualitas. Adapun alat-alat tambahan itu yang paling sering digunakan antara lain:
      1. Tripod (kaki tiga); berfungsi untuk menyangga kamera dan tripod inipun memiliki berbagai macam ukuran. Ada yang berukuran kecil (Lighweight tripod), ukuran sedang (standard tripod), dan ada yang berukuran besar (Large Format Tripod).
      2. Monopod (Penyangga kamera berkaki tunggal)
      3. Kabel pelepas rana (shutter release cable)
      4. Filter-filter (aksesoris tambahan) berfungsi untuk menimbulkan efek-efek tertentu pada sebuah foto.
      5. Tudung lensa (lens hood) berfungsi untuk melindungi bagian terdepan dari lensa.
      6. Tas kamera dan tempat lensa.
      7. Peralatan untuk membersihkan lensa dan kamera yang terdiri dari:
      - Brush, yaitu kuas pembersih yang terbuat dari bahan lembut dan sekaligus memiliki sarana penghembus debu.
      - Liquid lens cleaner yaitu cairan pembersih lensa.
      - Lens cleaning paper yaitu tisu pembersih lensa yang terbuat dari kertas lembut dengan bahan khusus.
      - Lens cleaning tissue yaitu kain pembersih lensa yang terbuat dari bahan halus.

Bagian Dalam Kamera DSLR

    Perangkat utama fotografi adalah kamera, untuk bisa memotret maka kita juga perlu mengenal bagian-bagian kamera. Kamera SLR/RLT dan jenis dan tipe yang paling populer yiatu:
      1. Badan kamera (kamera body); bagian yang membentuk sebuah kamera.
      2. Lensa (lens); bagian berbentuk tabung/silinder yang terdiri dari sususnan optik.
      3. Tombol rana (shutter release button); bagian yang terletak pada sisi atas kanan kamera berupa tombol.
      4. Ring pengatur kecepatan rana (shutter speed dial); bagian yang terletak pada sisi kanan atas (pendekatan dengan tombol rana), badan kamera yang terdiri dari angka-angka B, 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000, 2000. Angka kecepatan ini tergantung pada jenis dan merk kamera.
      5. Ring pengatur kepekaan film (film speed dial); tombol yang terletak pada bagian atas kamera yang dapat diputar sebagai penunjuk kecepatan film yang digunakan. Terdiri dari angka standar ISO 12, 25, 50, 100, 200, 400, 800, 1600, 3200,…
      6. Ring pengantur diafrahma (diafragma ring); bagian yang terletak pada tbung lensa yang merupakan bukaan angka-angka penunjuk diafrahma. Angka-angka ini biasa disingkat dengan ‘f’ yang terdiri dari angka 1.4, 2, 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16, 22, 32.
      7. Skala ruang tajam (dept of field scale); bagian yang terletak pada tabung film berdekatan dengan ring pengatur diafrahma yang terdiri dari susunan angka: 16, 11, 8, 4 ^ 4, 8,11,16
      8. Lubang pengamat / celah pengintai (View Finder); adalah kaca yang terletak pada belakang kamera yang berfungsi sebagai celah pengintai.
      9. Tabir film / penutup (focal plane); bagian berupa tirai yang menyekat / menutup antara lensa dan film. Terletak di dalam kamera.
      10. Pengokang film (film advance lever); bagian yang dapat ditarik yang terletak pada bagian kanan atas kamera.
      11. Tombol penangguh waktu (self timer lever); bagian yang berfungsi untuk menangguhkan saat pemotretan selama beberapa detik. Biasanya terltak pada bagian depan kamera.
      12. Engkol penggulung balik (film rewind crank); bagian yang berfungsi untuk menggulungkan film yang telah terpakai. Letaknya berada pada bagian kiri atas kamera dan lengkapi dengan engkol penggulung yang dapat dilipat.
      13. Sepatu panas blitz (hot shoe); bagian yang berada pada tenggah kamera yang terdiri dari bulatan logam sebagai alat pengontak lampu kilat dengan mekanisme kamera.
      14. Terminal kontak blitz (flash terminal); bulatan sekunder stekker sebagai tempat penyambung kabel lampu kilaat ke badan kamera.
      15. Cermin (mirror); bagian yang terletak di dalam ruang pencahayaan pada kamera yang berfungsi sebagai reflector bayangan dari lensa ke jendela pengamat.
      16. Wadah batere (battery compartment); terletak di bagian bawah kamera, atau dibagian depan kamera, dan pada jenis kamera tertentu terletak di bagian dalam kamera di bawah cermin.
      17. Tombol pengukur cahaya (light meter switch); biasanya terpasang langsung pada tombol rana, yang jika ditekan setengah akan mengaktifkan indicator atau alat pengukur cahaya.
      18. Tombol pelepas film (film release button); tombol yang terletak pada bagian bawah kamera di sebelah kanan. Jika tombol ini ditekan, maka roda gigi pengait film akan berada pada posisi bebas dan film siap untuk digulung balik dengan tombol penggulung film.

Jenis Lensa Dalam Fotografi DSLR

    Begitu banyaknya jenis lensa yang ada saat ini, namun yang akan diketengahkan disini hanya empat jenis lensa saja, yaitu:
      1. Lensa Norma (Norma lens)
    Lensa ini biasanya merupakan perlengkapan lensa standar yang dikeluarkan oleh pabrik pada saat kita membeli kamera SLR 35mm. Ukuran panjang fokusnya adalah 50mm, namun ada juga yang berukuran 40mm. Hasil tangkapan gambar ini adalah penampakan yang sesungguhnya terlihat oleh mata biasa.
      2. Lensa Sudut Lebar (Wide Angle Lens)
    Lensa sudut lebar memiliki ukuran panjang focus 24mm, 28mm, dan 35mm. Lensa ini digunakan untuk menangkap gambar yang luas semisal pemandangan dan untuk pemotretan di dalam ruangan yang sempit. Sudut pandang yang dihasilkan adalah 84, lebih kecil dari obyek aslinya, gambar luas 74 dan mempunyai kedalam ruang tajam yang luas.
      3. Lensa tele (Telephoto lens)
    Lensa tele sebagai lensa pengintai karena lensa ini dapat menangkap obyek yang jaraknya cukup jauh sekalipun, sehingga sering digunakan oelh paparazzi untuk memotret dari jarak yang cukup jauh. Lensa ini sangat cocok dan sering digunakan untuk foto potret orang atau model. Karena dapat menghasilkan blur (latar belakang kabur) dan ruang tajam yang kecil. Ukuran lensa tele beragam, antara lain : 85mm, 105mm,135mm,180mm, 200mm, 300mm, 400mm, 600 mm,1000 mm.
      4. Lensa zoom (Zoom Lens)
    Jenis lensa ini merupakan gabungan beberapa jenis lensa yang ada dengan jangkauan dan sudut pandangan yang berbeda. Oleh sebab itu lensa ini harganya lebih mahal dari jenis-jenis lensa yang lain. Tapi penggunaan dengan lensa ini mempunyai banyak keuntungan karena kita tidak perlu repot-repot menukar lensa untuk sebuah obyek yang akan difoto. Kita tidak perlu mengubah-ubah posisi dan jarak pemotretan. Cukup hanya menggeserkan posisi panjang focus lensa. Variasi pada lensa zoom sangat banyak jenisnya, antara lain: 35-70mm, 28-80mm, 28-105mm, 28-210mm, 80-200mm, 50-300mm, 200-600mm. Pemakaian untuk lensa ini sangat cocok digunakan untuk tugas-tugas jurnalistik dan foto-foto olahraga.