Senin, 18 Mei 2015

KKN : Sarana Penting Wujudkan UII Sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin

W
Image
alaupun Program Kuliah Kerja Nyata atau yang dikenal dengan KKN masih menjadi proses latihan bagi mahasiswa dalam hidup bermasyarakat, namun Universitas Islam Islam Indonesia menganggap KKN merupakan program penting sehingga UII senantiasa serius dalam mempersiapkan dan memberi bekal kepada mahasiswa untuk memberikan kontribusi maksimal bagi masyarakat khususnya yang tinggal di pedesaan. Di antara hal yang penting untuk dipersiapkan oleh mahasiswa UII sebelum KKN adalah kemampuan menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat sebagai upaya mewujudkan Visi Misi UII untuk menjadi Rahmatan lil’ alamin.
Dijelaskan Rektor UII Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc., Program KKN pada dasarnya merupakan salah satu sarana strategis bagi mahasiswa dalam upaya berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat khususnya di desa-desa dan wilayah-wilayah terpencil. “Keterbatasan informasi dan sarana interaksi memungkinkan banyak masyarakat yang belum mengetahui dan merasakan secara langsung kerja nyata UII, oleh karena itu program KKN menjadi sangat penting dan harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat sebesar-besarnya baik bagi masyarakat.” Jelas Dr. Harsoyo saat membuka Program Pesantrenisasi Pra KKN Semester Antar Waktu Tahap II TA 2014/2015 di Gedung Fakultas Ekonomi UII, Sabtu (16/5).
Dr. Harsoyo menekankan agar aktifitas dan program yang dilaksanakan mahasiswa harus tetap dilakukan secara maksimal dan mengusung misi besar UII yaitu menjadi Rahmatan lil alamin. “Mahasiswa diharapkan benar-benar menerapkan keilmuan yang sudah didapatkan selama ini di bangku kuliah, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dimana mahasiswa ditempatkan.”Papar Dr. Harsoyo.
“Maka dari itu, UII memiliki tanggung jawab untuk benar-benar mempersiapkan mahasiswa agar serius menjalankan program yang mampu memberikan solusi terhadap masalah yang ada bukan justru menambah masalah bagi masyarakat.” Lanjut Dr. Harsoyo.
Sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam, selain memiliki kewajiban mengamalkan disiplin ilmu yang ditekuni, mahasiswa UII juga secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk senantiasa mampu dan siap untuk menyampaikan risalah Islam kepada masyarakat di desa-desa yang dijadikan lokasi KKN.
KKN akan menjadi salah satu tolak ukur oleh masyarakat terkait keberhasilan UII dalam mencetak manusia-manusia yang tidak hanya handal secara intelektual namun juga mumpuni secara spiritual, kapan pun dan di mana pun mereka berada. Dr. Harsoyo juga mengingatkan para mahasiswa agar dalam menyampaikan risalah Islam, hendaknya dengan cara-cara yang menarik dan bijak sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 125 sehingga akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Program Pesantrenisasi Pra KKN sebagaimana dijelaskan Dr. Drs. H. Munthoha, S.H.,M.Ag.,yang merupakan Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengembangan Agama Islam (DPPAI) UII merupakan upaya UII dalam membekali mahasiswa dengan ilmu-ilmu agama agar disamping menerapkan teori-teori sesuai disiplin ilmu yang dipelajari di fakultas masing-masing, mahasiswa juga mempunyai bekal yang cukup untuk berdakwah kepada masyarakat di lokasi KKN.

Rabu, 18 Maret 2015

review canon 60d


Banyak orang mengira bahwa model kamera ini adalah salah satu kelanjutan dari model-model sebelumnya yang dirilis di pasaran, tetapi sebenarnya tidak. Dalam beberapa ulasan atau review lengkap kamera Canon 60D, anda akan mengetahui perbedaan antara model-model sebelumnya dengan kamera ini.

Rahasia untuk produk apapun adalah definisi yang akurat dari target pasar. Untuk Canon 60D, para pengamat percaya bahwa kamera ini dimaksudkan untuk semi-pro. Yang berarti adalah untuk mereka yang tidak lagi amatir dan mencari peralatan yang sedikit menantang untuk digunakan. Namun, mereka tidak profesional, dimana para pro menuntut lebih banyak fitur.



Ukuran
Salah satu perubahan yang jelas terlihat pada kamera Canon 60D dapat dilihat pada fisiknya. Dengan dimensi  lebar 5,7 inci, panjang 3,1 inci, dan  tinggi 4,2 inci,  jauh lebih lebih kompak dan portabel daripada kamera lain, bahkan dari produk Canon lainnya.
Jika ini tidak cukup, beratnya sedikit lebih ringan. Ini mungkin ada hubungannya dengan penghilangan konstruksi campuran logam. Dan telah digantikan oleh chassis logam tetapi dengan body plastik.



Mudah Digunakan
Hal lain yang ditawarkan oleh Canon 60D adalah sangat nyaman untuk digunakan. Salah satunya, banyak tombol yang telah memiliki fungsi khusus. Kita tidak tahu apakah ini baik, karena ada beberapa tombol yang perlu diingat. Namun, setelah anda terbiasa dengan kamera ini, Anda akan menemukan bahwa tombol khusus ini merupakan jalan pintas untuk menghemat banyak waktu. Dengan penggunaan controller empat arah, merupakan pengembangan dari joystick kecil yang ditemukan pada Canon 50D.
Peningkatan sampai 18 mega-pixel memungkinkan penangkapan gambar lebih bagus dan lebih tajam. Dan karena Canon 60D ini dikemas dengan filter kreatif dan efek khusus, Anda dapat menghemat waktu selama pengeditan. Perubahan tersebut juga dapat dilihat dalam Viewer Live. Cakupan viewfinder juga diperluas menjadi 96%.

Tips Foto disiang hari

1. Fill Flash

Sobat mungkin akan berpikir: Terasa aneh ketika menyalakan flash disiang hari, tetapi inilah salah satu waktu yang tepat untuk mempergunakan flash. Bayangan gelap yang ada di wajah subyek foto (biasanya ada di bagian bawah mata) ketika memotret disiang hari bisa dihilangkan dengan hanya menambahkan sedikit cahaya dari flash built ini kalian.
Kamera DSLR sekarang ini sudah banyak yang memilik fitur untuk mengontrol intensitas cahaya yang dikeluarkan oleh flash built-in, biasanya disebut dengan flash compensation. Sobat bisa menambah atau mengurangi setelah melakukan beberapa percobaaan jepretan sampai kalian mendapatkan hasil yang terasa natural.
Kabar baiknya dalam menggunakan flash atau fill flash adalah background sering kali berdampak background akan menjadi sedikit gelap. Hal ini bisa memberikan kesan Model sebagai Point of Interest menjadi semakin menonjol dibandingkan Background. Fill flash juga akan menciptakan kilau kecil dibagian mata subyek kalian.
Terkadang dengan menggunakan fill flash bisa memberikan kesempatan kita untuk memotret dengan posisi subyek/model membelakangi cahaya. Hal ini berarti wajah mereka tidak menghadap langsung cahaya matahari, tetapi subyek akan mendapatkan cahaya yang mengenai sekitaran rambut dan bahu, dan itu akan memberikan dampak yang bagus.

2. Memotret di teduhan/naungan

Cara mudah yang lain untuk menghilangkan bayangan yang tercipta di bagian wajah subyek adalah dengan memindahkan subyek (dan fotografer) ke bawah naungan bayangan besar dan memotret mereka di dalam naungan bayangan tersebut. Kuncinya adalah mencari tempat yang tidak gelap tetapi tetap memiliki cahaya yang terfilter yang bisa masuk. Hindari cahaya "belang-belang" dibawah pohon atau jika tidak maka Sobat kemungkinan besar akan mendapati separuh wajah terkena cahaya langsung sedangkan bagian lain terkover naungan dengan baik.
Jika sobat ingin membuat foto portrait dengan framing ketat di bagian wajah mungkin bisa menyiasati dengan bantuan seseorang yang memegang payung atau obyek lain sebagai naungan dibagian wajah tentu jangan sampai rekan kita itu masuk kedalam frame foto kita.

3. Gunakan Reflektor

Tips kali nomor Tiga ini tidak berarti Sobat harus selalu menyiapkan reflektor di dekat kalian, walaupun ada fotografer yang selalu membawa reflektor portable kecil di dalam tas kamera mereka. Jika Sobat tidak ingin repot membawa reflektor, kalian masih bisa menggunakan prinsip dasar bagaimana memantulkan sedikit cahaya ke arah wajah subyek guna membantu menerangi bagian wajah yang terkena bayangan.
Prinsipnya adalah setiap permukaan yang bewarna putih (atau terang) bisa berperan sebagaireflektor cahaya, dan jika diposisikan pada sudut yang tepat maka kalian bisa memanfaatkannya untuk memberi subyek/model sedikit cahaya ekstra.
Sobat bisa memposisikan subyek kalian dekat dinding putih atau memposisikan benda dengan permukaan putih disekeliling subyek untuk memantulkan cahaya ke area wajah. Beberapa fotografer lebih memilih menggunakan aluminium foil atau bahan styrofoam lebar sebagai reflektor.

Tripod Kamera DSLR


Beberapa fotografer pemula mungkin akan mengajukan pertanyaan perihal kenapa seseorang perlu untuk menggunakan sebuah Tripod atau Monopod jika Dia berpegang pada aturan diatas dan selalu memotret dengan kecepatan ideal yang ada pada aturan tersebut. Jawaban dari pertanyaan ini, adalah bahwa dalam kebanyakan kasus aturan ini akan mengeliminasi guncangan kamera yang bisa terlihat secara efektif. Sesekali waktu cobalah melihat gambar lebih dekat, atau memperbesar hasil foto kalian, Kemungkinan Sobat masih menemukan efek dari goncangan kamera meskipun pada hasil jepretan yang menggunakan Shutter Speed cepat.
Mungkin sebagian dari kita akan merasa keberatan jika harus berkeliling membawa tripod, tetapi di lain sisi perangkat ini merupakan aksesoris yang harus di miliki jika ingin membawa dunia fotografi kalian ke tingkatan yang lebih tinggi. Tripod membantu kalian untuk mengeliminasi goncangan kamera, memudahkan penggunaan shutter speed rendah dimana kalian bisa mendapatkan rentang pemilihan Aperture yang lebih luas, dan ini juga berarti membuka peluang terhadap kreatifitas dalam memotret.
Kami terkadang juga bingung melihat kenyataan bahwa masih banyak yang tidak menggunakan Tripod, entah itu dikarenakan malu (menenteng perangkat kemanapun mereka pergi), malas, atau bisa saja pelupa, tetapi hal-hal tersebut merupakan alasan utama seorang fotografer enggan untuk menggunakan Tripod.

Tips Setting kamera Digital

Quality Control

Apakah Sobat pernah memperhatikan format file yang kalian gunakan dalam memotret? Apakah Sobat lebih memilih menggunakan format RAW daripada JPEG? Foto-foto yang diambil dengan menggunakan format RAW akan memiliki fleksibilitas lebih ketika melakukan paska produksi atau editing dengan perangkat lunak seperti Photoshop atau GIMP.
Gunakan ISO antara 100 sampai 400, dan cobalah untuk mendapatkan sensitifitas cahaya paling renda. Beberapa kamera digital akan menghasilkan Noise pada ISO tinggi. Noisebiasanya dalam foto terlihat seperti butiran pasir
Ketika membicarakan White Balance, Sobat bisa membiarkannya otomatis, tetapi jika Sobat telah percaya diri perihal penggunaanya sesuai dengan kondisi pencahayaan saat memotret maka silahkan kalian atur lebih detail, seperti ke Tungsten atau Cloudy

Key Control

Aperture dan Shutter Speed bisa dikatakan sangat krusial. Dampak kombinasi dari Dua pengaturan ini tidak hanya pada jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa, tetapi juga pada bagaimana foto kalian akan dihasilkan.

Aperture mengendalikan Depth of Field dengan menentukan area mana saja yang akan terlihat tajam, jika Sobat memilih Depth of Field sempit dengan Foreground tajam dan Background blur, maka Sobat harus menggunakan Aperture lebar (contoh: f/2.8), dan begitu juga sebaliknya.
Shutter Speed mengontrol apakah obyek gerak terekam 'freeze' atau blur (baca artikel:Bagaimana membuat foto Blur). Semakin lambat Shutter Speed, maka akan ada lebih banyak motion blur yang tercipta.

Pengaturan Mode Exposure yang Tepat

Kamera DSLR memberikan beberapa fitur mode exposure, dari full otomatis seperti yang ada di kamera saku, sampai ke full manual. Dua mode semi-otomatis yang paling populer dalam memberikan sisi kreatifitas adalah Aperture Priority dan Shutter Priority.
Aperture Priority memungkinkan kalian untuk memilih Aperture sesuai keinginan, dan kamera memilih Shutter Speed yang dibutuhkan secara otomatis. Pilih Shutter Priority jika kalian sudah mengetahui berapa kecepatan Shutter yang akan digunakan, dan kamera akan menangani pemilihan aperture untuk mendapatkan exposure yang pas. Sederhana bukan?

Gunakan Metering yang Tepat

Mode Metering akan tergantung pada kamera serta merk-nya, tetapi ada tiga macam metering yang umum terdapat pada sebuah kamera DSLR yaitu: Multi-zone, Centre-Weighted Average dan Spot. Mode Multi-Zone membaca cahaya dari keseluruhan area. Sangat cocok untuk kebutuhan sehari-hari dan akurat untuk kebanyakan situasi. Centre-Weighted Average membaca sebanyak sekitar 70% dari tengah frame, ideal untuk mengambil gambar Portrait. Metering Spot membaca hanya sebatas area kecil, oleh kerena itu metering ini sedikit sulit diaplikasikan oleh fotografer pemula.

Pengaturan AF dan Mode Drive

Kamera DSLR menawarkan beberapa mode fokus. Dua pengaturan fokus yang utama adalah Single-Servo untuk obyek diam, dan Continuous-Servo untuk obyek gerak. Kebanyakan kamera membolehkan penggunanya untuk menggunakan fokus secara manual.
Mode Drives memungkinkan kita untuk menentukan apakah kita akan mengambil foto dengan single frame setiap jepretan atau lebih dari satu jepretan selama kita menekan tombol Shutter.

Memanfaatkan Layar LCD.

Layar LCD bisa membuat kita memberikan salah penilain exposure jika kita tidak mengatur tingkat kecerahannya secara benar. Biasakan untuk mereview exposure sebuah foto menggunakan histogram atau tone chart. Sebuah grafik histogram yang cenderung memuncak di sisi kiri menandakan foto tersebut under-exposure, memuncak di sebelah kanan menandakan over-exposure.

Selasa, 17 Maret 2015

Lensa Fix 50mm

Sisi Positif :
  • Tajam: Fakta yang ada adalah produsen atau manufaktur lensa ini tidak butuh banyak material kaca untuk digunakan sebagai zooming, desain lensa ini fix, dan sangat sederhana.
  • Relatif murah: Harga dari lensa ini hanya berkisar Satu juta rupiah, dengan harga tersebut Sobat sudah bisa memiliki lensa dengan kualitas hasil yang menakjubkan.
  • Kecil dan ringan: Baik lensa prime/fix keluaran Canon atau Nikon memang berukuran kecil dan ringan hanya seukuran 1/2 dari lensa kit.

 

Sisi Negatif :

  • Tidak ada zoom: Di era fotografi digital saat ini kita memang sangat dimanjakan, pada era film dengan lensa prime/fix, zooming selalu dilakukan dengan menggunakan "kaki".

Panduan Membeli Lensa Kamera Dslr

Kecepatan Lensa

Kecepatan lensa bisa jadi merupakan pokok bahasan ketika Sobat mencari sebuah lensa baru. Kecepatan atau seberapa cepat sebuah lensa sebenarnya berhubungan erat dengan Aperture maksimal yang dimiliki oleh lensa tersebut. Aperture merupakan ukuran bukaan lensa ketika tombol shutter ditekan (atau seberapa banyak cahaya masuk ke dalam kamera). Aperture dilambangkan dengan F (f-stop).
Sobat bisa membaca artikel kami tentang aperture di: Mengenal Aperture dalam Fotografi. Semakin kecil bilangan maka semakin besar lubang, dan akan ada lebih banyak cahaya yang masuk dalam satu waktu. Hal ini berarti Shutter Speed menjadi lebih cepat, dengan alasan inilah mengapa muncul istilah 'cepat' atau 'lebih cepat'
Besarnya Aperture maksimal lensa bisa membantu Sobat dalam beberapa hal antara lain:
  • Lensa "cepat" dengan aperture maksimal f/1.4 memungkinkan kalian memotret ditempat yang relatif lebih gelap dibandingkan dengan lensa yang memiliki aperture maksimal f/4 atau f/5.6. Hal ini tidak membuat lensa yang lebih lambat menjadi jelek, tapi layak untuk diketahui.
  • Lensa yang "lebih cepat" memungkinkan kalian untuk mengambil obyek gerak dan memotretnya tanpa mendapatkan motion blur
  • Lensa "cepat" memungkinkan kalian untuk mendapatkan Depth of Field yang lebih tipis/sempit. Ini berarti ketika kalian memfokuskan pada subyek yang ada di foreground maka background akan menjadi blur atau tidak fokus. Memiliki lensa 'cepat' tentu saja berarti ada kemungkinan fokus menjadi sedikit lebih 'tricky', mengingat Depth of Field yang digunakan sangat tipis/sempit. Sebagai contoh ketika memotret portrait sebuah wajah dengan Aperture f/1.4 dan memfokuskannya pada mata, maka kemungkinan besar kalian akan mendapati hidung sedikit tidak terfokus.
  • Lensa 'cepat' biasanya cenderung lebih mahal dibandingkan dengan lensa lain yang lebih lambat.
  • Lensa yang lebih "cepat" akan membantu dalam hal flash photography dalam hal merekeam atau mengambil ambient light
Sebagai referensi, kecepatan lensa dengan aperture f/4 biasanya bagus untuk tujuan pemotretan general dengan kondisi pencahayaan yang bagus. f/5.6 membutuhkan pencahayaan yang bagus atau fitur image stabilization (IS/VR), jika Sobat memotret indoor tanpa flash, maka setidaknya gunakan lensa dengan f/2.8, dan jika Sobat memotret sport indoor maka setidaknya gunakan f/2.0 atau bahkan lebih 'cepat' dari itu.

Focal Length

Focal length merupakan panjang dari lensa yang sobat gunakan (satuan mm merupakan satuan pengukuran focal length dari sebuah lensa). Pengukuran ini adalah jarak antar optik ditengah-tengah lensa ke focal point pada sensor kamera. Apa yang harus Sobat tahu adalah bahwa focal length dari sebuah lensa menginformasikan pada kalian pada saat memotret berapa besar subyek tersebut akan diperbesar. Focal Length juga menginformasikan angle of view yang kalian dapat.

Jarak Fokus

Ini merupakan pengukuran antara bagian akhir lensa dengan titik terdekat kemampuan fokus. Hal ini berguna sekali ketika dalam pemotretan makro atau close-up photography, mengingat jenis fotografi ini membutuhkan jarak yang sangat dekat dengan obyek foto.

Image Stabilization

Kebanyakan lensa DSLR sekarang ini sudah dilengkapi dengan fitur image stabilization (pada canon dikenal dengan IS, dan pada lensa Nikon dikenal dengan VR). Fitur ini berguna untuk meminimalkan getaran atau guncangan kamera (Camera Shake).
Camera Shake adalah gerakan yang terjadi pada saat shutter terbuka. Kejadian ini memiliki dampak lebih besar terhadap hasil foto ketika kita menggunakan slow speed, tidak menggunakan tripod dan waktu menggunakan lensa dengan focal length yang lebih panjang.
Setiap lensa dan kemera memiliki tipe IS yang berbeda, tetapi kebanyakan lensa DSLR yang memiliki fitur ini berisi sensor gyro yang mampu mengoreksi setiap getaran kamera. Kami juga tidak begitu memahami mekanisme IS ini tetapi yang pasti semua lensa Canon atau Nikon yang memiliki fitur ini memungkinkan kita untuk memotret dengan hanya memegang kamera (tanpa tripod) dan dengan shutter speed lebih lambat.
Memang IS membantu fotografer dalam mengurangi getaran kamera pada saat tingkat cahaya rendah, tetapi tetap saja tidak membekukan (freeze) obyek yang bergerak. Pada dasarnya IS memudahkan kita memotret pada shutter speed yang lebih rendah dimana aperture kamera terbuka sedikit lebih lama, tetapi jika subyek foto kalian bergerak berarti akan mengakibatkan lebih banyak blur.
Fitur IS berarti biaya tambahan pada sebuah lensa, jadi Sobat butuh pertimbangan apakah aktifitas pemotretan dengan lensa tersebut membutuhkan fitur ini atau tidak. contoh: apakah Sobat sering memotret pada kondisi cahaya rendah dnegan menggunakan focal length yang panjang tanpa tripod?