- Jangan gunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan obyek kamera harus bisa bergerak luwes
- Set kamera pada mode Shutter Priority (S atau Tv)
- Shutter speed yang digunakan untuk panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8, jadi set kamera diantara angka tersebut
- Cari obyek bergerak yang akan dipanning (tips: pilihlah background yang berwarna-warni untuk panning sehingga hasil blur dari background makin menarik)
- Arahkan kamera mengikuti obyek yang bergerak dan pencet separuh tombol release untuk mengambil fokus.
- Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik
- Saat tangan kita sudah ‘seirama’ dengan gerakan obyek, pencet tombol release untuk mengambil eksposur
- Makin banyak berlatih, tangan dan mata kita akan semakin terasah!
Jumat, 16 Januari 2015
Teknik Foto Panning
Kamis, 15 Januari 2015
Pencahayaan Optimal Film
Kemampuan utamayang harusdimiliki adalah memahami pencahayaan optimal terhadap film. Banyak fotografer mengabaikan hal ini. Padahal, kemampuan ini merupakan hal paling pokok dan penting dalam fotografi. Sebab, saat kita melakukan pencahayaan tei-sebut, kita mei-ekam gambar. Bagaimanapun hasil gambai- yang akan dibuat, ia akan sangat tergantung mutu perekamannya. Kualitas rekaman sangat mempengaruhi penampilan akhir gambar itu sendiri. Buruknya mutu rekaman, akan membuat keseluruhan penampilan akhir gambar itu berkualitas rendah. Dan, tidak bisa dipresentasikan ke manapun juga.
Untuk mendapatkan hasil pencahayaan optimal, fotografer harus mengerti kondisi kecerahan yang dihadapinya. Kemudiaan, baru ia bisa mempertimbangkan bagaimana dia harus memutuskan pencahayaan akhir terhadap filmnya. Oleh karena itu, ia harus mahir menggunakan alat pengukur secara optimal untuk mengetahui kondisi kecerahan yang ada.
Di alam, kondisi cahaya berubah-ubah dan kondisi keseluruhan pemotretan sulit diprakirakan terlebih dahulu. Karenanya, seringkali fotografer menghadapi banyak kesulitan jika hanya mengandalkan satu alat pengukur atau satu metode pengukuran saja. Misalnya, pengukuran rata-rata (average metering} melalui pengukur cahaya kamera.
Sewaktu membidik foto pemandangan, penguasaan teknik-teknik pengukuran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki. Kondisi cahaya yang berbeda-beda terkadang juga harus dihadapi dengan teknik pengukuran berbeda. Misalnya, pengukuran cahaya rata-rata kamera hanya bisa bekerja cukup optimal pada kondisi kecerahan yang merata (misalnya cahaya depan). Jika terdapat perbedaan kecerahan dalam pandangan kamera, maka ketepatan hasil pengukurannya hampir past! tidak bisa diandalkan, atau tidak bisa dipercaya lagi. Untuk hal ini, kita harus menanganinya dengan teknik pengukuran lain.
Misalnya, pengukuran cahaya jatuh (incident light metering). Tetapi, pengukuran cahaya jatuh juga memiliki keterbatasan. Sebab, kita tidak bisa mengukur keseluruhan perbedaan kecerahan dari yang paling terang sampai paling gelap atau kondisi cahaya khusus dimana terdapat perbedaan ekstrim antara area paling terang dengan yang paling gelap. Dalam keadaan ini, pengukur cahaya titik (spot metering) lebih handal dipergunakan.
Masalah selanjutnya, menggunakan alat-alat pengukur tadi saat memotret bukanlah hal yang mudah. Banyak kondisi cahaya yang sering membingungkan kita, menentukan teknik pengukuran mana yang efektif. Dengan menggunakan teknik pengukuran berbeda pada suatu kondisi cahaya, kita bisa mendapatkan nilai pencahayaan yang berbeda. Atau mungkin juga, kita tetap mendapatkan nilai pencahayaan yang sama. Meskipun, kita berhadapan dengan berbagai kecerahan yang berbeda.
Pengertian EDFAT
EDFAT adalah suatu metode pemotretan untuk melatih suatu detil yang tajam. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada setiap unsur.
- § Entire
Entire adalah suatu keseluruhan pemotretan yang dilakukan begitu melihat suatu peristiwa.
- § Detil
Detil adalah suatu pilihan atas bagian tertentu dari keseluruhan pemandangan terdahulu (entire). Tahap ini adalah suatu pilihan pengambilan keputusan atas sesuatu yang dinilai paling tepat.
- § Frame
Frame adalah suatu tahap dimana pewarta foto membingkai suatu detil yang telah dipilih. Fase ini mengantar pewarta foto ke komposisi, pola tekstur dan bentuk subjek pemotretan dengan akurat.
- § Angle
Angle adalah tahap di mana sudut pandang menjadi dominan, ketinggian, kerendahan, level mata kiri, mata kanan dan cara melihat. Fase ini penting untuk mengkonsepsikan visual apa yang diinginkan.
- § Time
Time adalah penentuan penyinaran dengan kombinasi yang tepat antara diafragma dan kecepatan atas keempat tingkat yang telah disebutkan sebelumnya. Pemotretan teknis atas keinginan membekukan gerakan atau memilih ketajaman ruangan suatu event atau kondisi visual bernilai berita dengan cepat dan lugas.
Teknik Foto Jurnalistik
Membuat foto jurnalistik dituntut untuk tidak hanya sekedar memotret (taking picture) akan tetapi handaknya kita harus dapat membuat gambar (making picture ). Karya wartawan foto dinilai baik jika baik pula isi gambar dan isi beritanya.
1.Perencanaan
Perencanaan pada foto jurnalistik diperlukan untuk menghasilkan gambar dan berita yang menarik perhatian pembaca dan tentu mempunya nilai berita yang tinggi. Unsur utama foto jurnalistik harus mempunyai nilai beritanya yang tinggi disamping gambar yang berkualitas.
Tahap-tahap perencanaan :
- § Mengumpulkan informasi tentang suatu peristiwa atau acara yang mengandung nilai berita. Pada tahap perencanaan, informasi mengenai suatu peristiwa/acara yang harus diketahui oleh wartawan foto adalah kapan waktu, lokasi acara siapa saja orang-orang yang terlibat dalam acara tersebut, dalam rangka atau membahas apa persitiwa itu. Hal-hal tersebut hendaknya diperhatikan oleh wartawan foto sebelum melaksanakan peliputan, agar nantinya tidak menemui hambatan selama berada di lapangan.
- § Merencanakan gambar seperti apa yang akan dihasilkan. Hal–hal yang dapat diperhatikan disini oleh wartawan foto di antaranya yaitu perencanaan mengenai komposisi foto yang hendak dihasilkan, perencanaan mengenai angle yang akan diambil atau juga mengenai perencanaan pembubuhan unsur-unsur seni yang hendak dimasukkan gambar yang akan dibuat.
- § Mempersiapkan peralatan sesuai dengan kebutuhan. Peralatan yang harus dipersiapkan harus sesuai dengan peristiwa apa yang hendak diliput.
Informasi untuk membuat foto jurnalistik didapatkan melalui radio, televisi, press release, informan, rekan seprofesi dan hubungan baik dengan semua orang.
2. Menguasai Kamera dan Cahaya
Penulis risalah fotografi terkenal John Hedgecoe, menunjukkan bahwa untuk mencapai hasil pemotretan yang sempurna pewarta foto harus mampu menguasai kamera dan cahaya dengan tagnkas dan terampil. Menentukan kecapatan, diafragma, penggunaan blitz dan lensa disesuaikan dengan keadaan cahaya dan objek, hal ini perlu diperhatikan.
Pembuatan foto jurnalistik umumya harus menghasilkan gambar yang jelas sehingga apa yang disampaikan mudah diterima dan dimengerti oleh orang yang melihat foto yang kita hasilkan tersebut.
3. Detil Gambar
Membuat foto jurnalistik memerlukan ketelitian agar mendapat hasil yang maksimal. Keterampilan membuat gambar yang bermutu harus memenuhi persyaratan sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Metode yang diperkenalkan Walter Croncide School of Jurnalist and Telecommunication Arizona State University sebagai metode EDFAT dapat digunakan sebagai pembimbing dalam setiap peliputan pewarta foto.
Teknik Fotografi Siluet
- Pilih subjek yang KUAT
Kuat bagaimana?Haa..bukan otot yang kuat ye tapi lebih kepada objek yang mempunyai bentuk figura yang mampu dikenalpasti apakah objek tersebut. Anda mungkin mempunyai kreativiti tersendiri namun biarlah peminat anda dapat meneka apakah objek silhoutte yang anda ambil. - Matikan FLASH andaYep. tak semua gambar memerlukan flash, jadi anda hanya perlu matikan flash kamera anda kerana kita perlu mengurangkan cahaya yang menerangi objek tersebut.
- Pastikan kedudukan sumber CAHAYA Biasnya kita mengambil gambar dengan membelakangkan sumber cahaya supaya objek menjadi terang bukan?Haa..kali ini anda kena berfikir terbalik pulak. Kebiasaanya silhoutte dapat dihasilkan dengan meletakkan kamera anda bertentangan dengan sumber cahaya tersebut. Antara contoh sumber cahaya adalah lampu, tetingkap, ataupun matahari.
- BINGKAIKAN gambar silhouette andaAmbillah gambar anda dengan menggunakan berlatar belakangkan permandangan yang rata tetapi terang seperti langit atau pun tetingkap(seperti gambar di atas).
- Pastikan gambar silhouette anda dapat DITEKABila anda ingin menggunakan teknik, cuba seboleh-bolehnya untuk mendapatkan objek yang hendak di’silhouette’kan tersebut terasing daripada objek-objek yang mampu menghilangkan fokus pemerhati gambar anda. Contohnya silhouette yang tidak bagus adalah seperti gambar di bawah,
- Gunakan Mode MANUAL Kadangkala bila menggunakan mode automatik, kamera anda terlalu bijak dengan dapat mengesan bahawa objek anda berada dalam keadaan gelap, jadi secara automatisnya ia akan membetulkan kembali setting kamera supaya objek yang anda hendak ambil menjadi terang.Jadi untuk mengelakkan perkara tersebut berlaku, ambil satu gambar menggunakan mode auto. Lihat kepada setting yang disetkan oleh kamera anda dan ubah setting tersebut supaya gambar menjadi lebih gelap samada dengan mengurankan ISO, mengurangkan exposure, meninggikan apertureataupun memperlahankan shutter speed. Carilah setting terbaik .Untuk kamera handphone, anda boleh mengubah setting exposure yang tedapat pada kamera anda. Ikon exposure kebiasaanya berbentuk ‘matahari’, cuba untuk mengurangkan exposure tersebut satu persatu.
- Cuba mempelbagaikan GAMBAR Anda mungkin perlu mengambil lebih dari satu gambar dengan mempelbagaikan sudut mengambil gambar (angle) ataupun variasi dalam setting kamera anda. Ini kerana mungkin di dalam kamera ia tampak lawa namun apabila anda pulang ke rumah dan lihat gambar tesebut di dalam komputer, anda mungkin kecewa.Jadi, luangkan sedikit masa lagi untuk mengambil lebih banyak gambar daripada anda menyesal di kemudian hari dan tidak mampu berpatah balik.
Tips Bokeh yang baik
- Gunakan bukaan maksimal, karena semakin besar bukaan diafragma akan membuat latar semakin blur. Bila lensa anda memiliki bukaan maksimal f/4, gunakan saja itu, jangan bermain di f/8 atau f/11, misalnya.
- Gunakan posisi fokal lensa di zoom / tele maksimum (untuk lensa zoom tentunya). Masalahnya, pada posisi lensa di tele maksimum ini kebanyakan akan mengalami penurunan bukaan diafragma maksimal (kecuali lensa dengan bukaan konstan). Tips memakai posisi tele maksimum ini tidak harus dilakukan pada lensa yang tergolong super zoom (seperti 18-200mm), karena bisa-bisa nanti si fotografer akan berada terlalu jauh dari objek.
- Upayakan jarak objek cukup jauh dari latarnya. Akan sia-sia memakai bukaan lensa maksimum bila si objek bersandar di dinding, misalnya. Baik si objek dan dinding itu akan sama-sama tajam nantinya, sehingga tidak bisa didapat bokeh yang baik.
- Untuk pemakai kamera saku, selain tips diatas bisa dicoba dengan memakai mode macro yang bisa menambah kemampuan lensa untuk memisahkan objek dengan latarnya.
Cara Membuat Background Blur
Membuat blur background dari sebuah foto mampu memberi kesan kedalaman (Depth-of-Field/DoF) tersendiri bagi foto tersebut. Dengan latar yang blur dapat dilakukan isolasi atau pemisahan objek foto sehingga perhatian tidak terpecah antara melihat objek atau latarnya. Maka itu teknik membuat blur ini lebih banyak dipakai di foto potret dan still life (yang perlu DoF sempit), dan tidak untuk dipakai di foto landscape atau pemandangan (yang perlu DoF lebar).
Banyak yang berharap dengan kamera yang dimilikinya, dia akan dapat mendapat foto yang latarnyablur. Meski banyak yang berhasil, namun ada juga yang mengalami kekecewaan karena hasil fotonya tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu perlu dicatat bahwa hasil dari foto yang latarnya blur dapat bervariasi, dan tingkat blurnya pun berbeda (mulai dari yang agak blur hingga sangat blur). Ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu faktor apa saja yang membuat hasil blur pada latar ini bisa berbeda, yaitu :
- ukuran sensor pada kamera
- jenis lensa yang dipakai
- posisi panjang fokal lensa
- bukaan diafragma lensa
- jarak objek terhadap latar
Soal sensor, jelas pada kamera DSLR yang ukuran sensornya lebih besar, kemampuan menghasilkan foto yang latarnya blur akan menjadi mudah. Tidak demikian halnya dengan kamera bersensor kecil (meskipun kamera prosumer) yang relatif akan kesulitan untuk membuat blur pada latar. Pada DSLR pun jenis lensa yang dipakai bisa memberi hasil blur yang berbeda-beda, tergantung tipe lensanya (zoom atau prime), berapa jumlah blade diafragmanya (ada yang 5, 7, dan 9 blade) dan apa jenis bladenya (lurus atau rounded).
Aliran Dalam Dunia Fotografi
- Foto journalistik : merekam gambar apa adanya, biasanya mengunakan lensa wide 24 mm atau lebih lebar lagi (dengan upaya merekam background yang luas. Dalam fotojurnalistik juga ada cabang lain, yaitu sports photography, war photography, events photography dll. Editing photo dalam fotojurnalistik sangat terbatas/tidak boleh. contoh: Foto2 yang terdapat di koran.
- Foto still life : Merekam gambar benda mati sehari2 secara artistik dengan mengunakan cahaya pembantu etc, termasuk makro (benda2 kecil).
- Foto potret : Seperti judul, fotografer potret berspesialisasi untuk mengambil gambar potret manusia, atau mungkin hewan. Bisa distudio atau outdoor. Bisa memakai lighting tambahan atau natural.
- Foto comercial advertising : Foto diambil untuk keperluan promosi, biasanya di bikin menarik dengan bantuan editing dan computer graphics. contoh: banyak di iklan2.
- Foto Fashion : Untuk keperluan promosi, terutama berkaitan dengan fashion, biasanya model di make up abis2an dan nuansa glamor.
- Foto landscape/pemandangan : Sepertinya telah jelas ya, fotografer jenis ini suka banget jalan2 ke daerah2 yang alami, misalnya gunung, hutan, padang rumput, juga bisa pemandangan kota dan sebagainya.
- Foto Abstrak : Aliran abstrak dalam fotografi sebenarnya bisa disebut sebagai aliran para pemuja komposisi. Dengan demikian, seorang fotografer yang akan membuat foto abstrak akan mengisi kanvasnya dengan sebuah komposisi yang dilihatnya di alam. Dari sebuah realitas tiga dimensi yang ada, bisa tercipta jumlah tak terhingga komposisi foto abstrak ini.
Belajar Fotografi Dengan Teknik Zooming
Teknik foto zooming dapat dikatakan merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menghasilkan sebuah foto yang artistik dan unik. Foto ini biasanya dilakukan oleh fotografer yang memiliki minat dalam menghasilkan foto abstrak atau foto dengan nilai seni yang tinggi. Dengan teknik ini, biasanya fotografer mencoba menghadirkan sebuah karya foto yang berbeda dan memiliki kesan tersendiri bagi penikmat foto. Didalam menggunakan teknik ini, kepekaan fotografer terhadap kombinasi warna serta kontras pencahayaan yang ada pada background dari objek yang akan di ambil menjadi kunci utama. Teknik ini dilakukan dengan cara menentukan titik fokus pada objek utama, lalu anda harus melakukan zoom in atau zoom out bersamaan dengan saat menekan shutter sehingga ada efek gerak yang terekam oleh kamera.
Jika anda tertarik dan ingin mencoba menghasilkan foto dengan teknik ini, ada baiknya anda menyimak tips berikut ini:
- Tentukan fokus pada objek utama, lalu putar lensa sampai pada zoom terdekat.
- Lakukan zoom out pada lensa berbarengan dengan saat anda menekan shutter.
- Untuk menjaga kualitas lensa anda, ada baiknya anda menggunakan fokus manual.
- Aturlah speed pada kecepatan yang cenderung rendah, misalkan 1/10s dengan diafragma yang menyesuaikan.
- Untuk menjaga fokus, ada baiknya menggunakan tripod ketika anda memotret dengan teknik ini.
- Perhatikan Kombinasi warna dan kontras pada background foto.
Untuk menghasilkan foto dengan teknik ini, memang membutuhkan banyak eksperimen dan ketekunan. Namun jika anda terus mencoba, tentunya kemampuan anda akan meningkat. Semoga tips saya mengenai belajar fotografi dengan teknik zooming, semoga bermanfaat bagi anda semua.
Cara Kerja Kamera DSLR dan Teknik Fotografi
Cara Kerja Kamera DSLR
Kamera SLR menggunakan Pentaprism atau yang biasa disebut cermin segi lima yang letaknya diatas jalur optis melalui lensa dan akan disalurkan ke lempengan film untuk kamera analog atau sensor pada DSLR .
Setelah itu cahaya yang masuk akan dipantulkan ke bagian atas melalui cermin pantul dan setelah itu baru mengenai pentaprism.
Pentaprism akan memantulkan cahaya beberapa kali hingga menyentuk viewinder (pembidik). Saat shuter dilepaskan, kaca akan membuka jalan bagi cahaya supaya bisa masuk langsung mengenai Negative film untuk Analog SLR atau lempengan sensor digital untuk DSLR. Lihat skema gambar untuk penjelasan.
Teknik-teknik fotografi
· Panning
Merupakan salah satu teknik fotografi yang subjek utamanya tajam dan backgroundnya blur. Semakin lembut dan tenang cara kta mengikuti pergerakan dan irama.
Langkah-langkah memotret panning:
1. Jangan menggunakan tripod, untuk mengikuti arah gerakan objek kamera harus bergerak luwes
2. Settingan kamera menggunakan mode Shutter Priority (S atau Tv). Kecepatan rana atau shutter speed yang digunakan untuk foto pannig antara 1/30 sampai dengan 1/8. Semakin cepat shutter speed, maka semakin banyak detail background yg dihasilkan.
3. Set ISO ke nilai yang paling rendah, antara 50 atau 100.
4. Atur AF mode ke AF-C di Nikon atau Al-servo di Canon. Mode ini digunakan saat kita harus mengikuti sebuah subjek foto yang terus berpindah posisi.
5. Pilihlah objek yang bergerak dan memiliki background yang cerah dan memiliki warna-warna yang menarik, banyak detail dan memungkinkan fokus terarah pada pada subjek untuk mendapatkan hasil foto panning yang memiliki background yang menarik.
6. Arahkan kamera mengikuti objek yang bergerak dan tekan separuh tombol relase untuk mengambil fokus. Usahakan tangan bergerak selembut mungkin, gerakan kejut yang mendadak bisa mengakibatkan hasil foto yang tidak menarik.
7. Tekan tombol relase pada saat objek berada pada posisi yang diinginkan.
· Zooming
Zooming adalah teknik foto untuk memberikan kesan gerak dengan mengubah panjang fokus lensa. Perubahan panjang fokus lensa dapat dilakukan dengan lensa zoom. Untuk mendapatkan kesan gerak, bisa juga menggunakan kecepatan rana tidak lebih dari 1/30 detik. Untuk mendapatkan foto zooming secara maksimal. Dapat pula menggunakan tripod untuk membantu mengambil foto.
Pengaturan dalam memotret teknik zooming:
1. Shutter Speed : 5 (with flash)
2. Diafragma : 3,5
3. ISO : 400
4. White balance: Flash
· Freeze
Teknik freeze adalah teknik memotret pada sebuah objek yang sedang bergerak dengan seolah-olah hasil foto kita bisa menghentikan objek yagn bergerak tersebut. Teknik ini menggunakan kecepatan/speed lensa yang tinggi sehingga objek seolah-olah membeku. Biasanya teknik ini digunakan untuk memotret kegiatan olahraga seperti sepak bola dan balap motor.
Pengaturan dalam memotret teknik freeze:
1. Seting sutter speed dengan kecepatan tinggi. Misal speed 1/1000 s
2. Karena Kecepatan speed tinggi membutuhkan cahaya yang lebih, maka set bukaan besar, misal f3.5
3. Jika masih terlihat gelap, gunakan lampu flash.
· Bokeh
Bokeh berasal dari bahasa Jepang Boke yang berarti blur (kabur). Bokeh merupajan efek yang halus atau soft focus pada background ketika memotret suatu objek (fokus tajam pada objek utama sementara background blur atau menjadi kabur).
Pengaturan dalam memotret teknik bokeh:
1. Gunakan mode aperture priority (av) atau mode manual (M) agar dapat memilih aperture yang diinginkan
2. Pilih settingan aperture yang terbesar dari lensa (angka f/x semakin kecil angka f/x maka aperture semakin besar).
3. Pehatikan jarak antara kamera dengan objek foto. Semakin dekat jarak kamera dengan objek foto maka backgroung nya semakin blur.
4. Pilih focal lenght lensa yang paling oanjang. dnegan focal lenght terpanjang akan memisahkan objek foto dengan backgrondnya. Contoh saat anda menggunakan lensa zoom 55-250mm, pilih focal lenght 250mm untuk mendapatkan bokeh yang lebih bagus.
5. Gunakan lensa prime (lensa atau fixed lens) lensa prieme merupakan lensa dengan focal lenght tunggul alias lensa tanpa zoom yang dapat menghasilkan foto yang lebih tajam dan kualitas optik nya lebih bagus dari lens zoom. lensa primer biasanya mempunyai aperture yg lebih besar shg bgus digunakan untuk mengasilkan foto bokeh
Tips Foto Kembang Api
nti dari foto kembang api adalah untuk dapat merekam cahaya yang dikeluarkan tiap percikan kembang api tersebut, jadi “timing” kita sangatlah kritis untuk mendapatkan gambar yang sempurna. Contoh di atas juga menunjukkan bahwa fotografer telat menekan tombol shutter, dan akhirnya gambar kembang apinya jadi mirip rambutan! Jadi usahakan agar memencet tombol shutter sesaat sebelum kembang api nya meletus di udara. Letusan pertama biasa disebabkan karena ledakan untuk meluncurkan kembang api tersebut, maka bersiaplah untuk menekan tombol shutter. Tekanlah shutter sesaat sebelum kembang api tersebut meletus dan mengembang. Ini membutuhkan beberapa kali latihan dan cobalah untuk mendapat ritme berapa lama setelah ledakan pertama untuk menekan tombol shutter.
Satu hal yang optional tapi bisa membantu mendapatkan sebuah foto kembang api yang sempurna, yaitu menggunakan “remote trigger”. Ini adalah alat yang dihubungkan ke kamera melalui kabel ataupun wireless, agar kita bisa menekan tombol shutter tanpa menyentuh kamera sendiri. Kadang dengan menekan tombol shutter di kamera, tekanan tersebut sendiri dapat menggoyang kamera, dan hasil foto tidak akan maksimal. Jika anda melihat foto2 anda hasilnya mirip dengan foto berikut, maka cobalah untuk menekan tombol shutter dengan lebih lembut, atau usahakan agar kamera tidak bergerak sama sekali.
Dalam setting-an bulb, shutter akan terbuka pada saat anda menekan tombol shutter, dan akan tertutup dan berhenti merekam cahaya pada saat anda melepaskannya. Jadi sang fotografer harus cermat dalam timing kapan menekan dan melepaskan trigger/tombol shutter tersebut. Hal ini cuman bisa dikembangkan dengan latihan berkali2. Untungnya acara kembang api biasanya berlanjut untuk beberapa menit, jadi banyak lah waktu untuk ber-eksperimen.
Langganan:
Postingan (Atom)