nti dari foto kembang api adalah untuk dapat merekam cahaya yang dikeluarkan tiap percikan kembang api tersebut, jadi “timing” kita sangatlah kritis untuk mendapatkan gambar yang sempurna. Contoh di atas juga menunjukkan bahwa fotografer telat menekan tombol shutter, dan akhirnya gambar kembang apinya jadi mirip rambutan! Jadi usahakan agar memencet tombol shutter sesaat sebelum kembang api nya meletus di udara. Letusan pertama biasa disebabkan karena ledakan untuk meluncurkan kembang api tersebut, maka bersiaplah untuk menekan tombol shutter. Tekanlah shutter sesaat sebelum kembang api tersebut meletus dan mengembang. Ini membutuhkan beberapa kali latihan dan cobalah untuk mendapat ritme berapa lama setelah ledakan pertama untuk menekan tombol shutter.
Satu hal yang optional tapi bisa membantu mendapatkan sebuah foto kembang api yang sempurna, yaitu menggunakan “remote trigger”. Ini adalah alat yang dihubungkan ke kamera melalui kabel ataupun wireless, agar kita bisa menekan tombol shutter tanpa menyentuh kamera sendiri. Kadang dengan menekan tombol shutter di kamera, tekanan tersebut sendiri dapat menggoyang kamera, dan hasil foto tidak akan maksimal. Jika anda melihat foto2 anda hasilnya mirip dengan foto berikut, maka cobalah untuk menekan tombol shutter dengan lebih lembut, atau usahakan agar kamera tidak bergerak sama sekali.
Dalam setting-an bulb, shutter akan terbuka pada saat anda menekan tombol shutter, dan akan tertutup dan berhenti merekam cahaya pada saat anda melepaskannya. Jadi sang fotografer harus cermat dalam timing kapan menekan dan melepaskan trigger/tombol shutter tersebut. Hal ini cuman bisa dikembangkan dengan latihan berkali2. Untungnya acara kembang api biasanya berlanjut untuk beberapa menit, jadi banyak lah waktu untuk ber-eksperimen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar